Senin, 17 Juni 2013

Rapat Koordinasi Biopori

Rapat rutin biopori dilakukan setiap minggu pada hari selasa tanggal 4 dan 11 juni 2013 ini dilakukan untuk memfokuskan kegitan program biopori. Adapun yang dibahas pada rapat tersebut yaitu mengenai persentasi masing-masing wilayah (persipan kegiatan), persiapan sosialisai biopori untuk tingkat kecamataan.
Wilayah perluasan antara lain kecamatan Tanjung karang pusat, kedaton, kemilling, tanjung senang, alasan memilih wilayah ini karena kategori rentan banjir dan padat pemukiman penduduk.







Sabtu, 15 Juni 2013

Rapat Rutin Biopori

Rapat rutin biopori yang dilakukan selama  mei 2013 dihadiri oleh para korwil, CF, penanggung jawab program serta koordinator program biopori. kegiatan rapat rutin ini bertujuan untuk mempersiapkan perluasan pembuatan lubang resapan biopori yang akan segera dilakukan. Rapat di bulan mei ini juga membahas persipan rapat tim kota yang akan dilakukan di bulan juni. Terlihat bagaimana semangat dan kesungguhan  dari kawan-kawan saat pembahasaan agenda apa saja yang akan dilakukan selanjutnya untuk mencapai target lubang biopori tersebut. 

Dibulan mei juga ada kunjungan dari teman- teman  Mercy Corps ke  Mitra bentala terkait dengan agenda perluasaan lubang resapan biopori di kota Bandar Lampung. 



Minggu, 12 Mei 2013

SOSIALISASI dan PEMBUATAN BIOPORI DI SMAN 15

          Tahun 2012 merupakan tahun banjir yang melanda Bandar Lampung. Belajar dari pengalaman tersebut maka sudah seharusnya kita mencari cara agar musibah tersebut tidak terulang lagi. Guna mengatasi hal tersebut, pada tanggal 27 april 2013  siswa-siswi SMA N 15 Bandar Lampung  melakukan sosialisasi terkait dengan lubang resapan biopori setra  bersama-sama kerja bakti membuat lubang resapan biopori dan sekaligus melakukan penanaman pohon  disekitar lingkungan sekolah tersebut. Sosialisasi di sampaikan dan didampingi oleh CF MITRA BENTALA.  Kegitan ini dilakukan agar para pelajar dapat memahami arti pentingnya menjaga lingkungan agar tetap asri dan kegunaan lubang resapan biopori secara langsung. Dengan diadakannya sosialisasi dan pembuatan biopori diharapkan siswa-siswi dapat menyebarkan ilmu kekalangan teman sebaya mereka serta dapat membuat lubang resapan biopori di sekitar lingkungan tempat tinggalnya. 

            Lubang biopori merupakan teknologi tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi banjir. Fungsi dari lubang biopori ini adalah meningkatkan daya resap air pada tanah, mengubah sampah organik menjadi kompos dan mengurangi emisi CO2 dan metan, serta memanfaatkan aktivitas fauna tanah dan akar tanaman.





RAPAT PMU BIOPORI

Salah satu upaya yang mendukung program biopori yaitu diadakannya rapat PMU setiap bulannya. Rapat PMU ini di laksanakan pada tanggal 23 april 2013. Dengan diadakannya rapat PMU ini dapat diketahui kemajuan program yang dilaksanakan. rapat PMU ini dihadiri oleh penanggung jawab program, koordinator program dan kowrwil dan CF. 

Kamis, 25 April 2013

PEMBUATAN BIOPORI di UNIVERSITAS LAMPUNG


Bandar Lampung 22 april 2013. Mahasiswa FKIP Geografi UNILA melakukan sosialisasi serta pembuatan biopori disekitar kampus hijau. penyampaian sosialisasi di laboratoriunm FKIP georgrapi dilakukan oleh MITRA BENTALA yang dalam hal ini disampikan oleh hendro. Kemudian acara dilanjutkan dengan pembuatan lubang resapan biopori disekitar fkip UNILA. 

Manfaat biopori berguna untuk mempertahankan kuantitas air tanah yang ketersediaanya sangat kita butuhkan. Biopori mampu mempertahaankan ketersediaan air tanah karena biopori yang didalamnya terkandung zat organik yang disertai mikroorganisme, sehingga mampu mampu memenuhi kebutuhan biologis sebagai makanana utama tumbuhan yangmana diserap melalui tudung akar tanaman. Disanalah tumbuhan menyimpan air yang berasal dari dalam tanah maupun dari hujan. Dan aksi pembuatan lubang resapan biopori tersebut dilakukan mahasisawa geografi UNIVERSITAS LAMPUNG agar mampu mendapatkan manfaat biopori  bagi lingkungan sekitar kampus hijau. 





MITRA BENTALA membuat lubang resapan biopori


        Merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kelestariaan sumber air, langkah nyata kita (sekecil apapun) guna mengembalikan air hujan menjadi air tanah harus kita lakukan seperyi membuat biopori disekitar pekarangan rumah. MITRA BENTALA bersama dengan mahasiswa POLTAPALA beserta masyarakat pada tanggal 21 april 2013 membuat lubang resapan biopori serta menanam pohon dilingkungan sekitar kantor MITRA BENTALA.
Hal ini dilakukan bertujuan untuk mengenalkan lubang resapan biopori ke masyarakat di sekitar kantor MITRA BENTALA. Dengan demikian masyarakat akan memahami pentingnya pembuatan lubang resapan biopori.




Kamis, 04 April 2013

KOORDINASI PENENTUAN WILAYAH BIOPORI


Tim Kota pada saat rapat internal telah merekomendasikan untuk dibuat Tim Kecil yang khusus membahas rencana penetapan lokasi perluasan.  Maka Tim kecil pun melalukan rapat-rapat untuk memutuskan lokasi yang dianjurkan.  Pertemuan Tim kecil telah dilakukan di Mitra Bentala pada tanggal 21 Maret 2013 dan dilanjutkan pada tanggal 23 Maret 2013 yang melibatkan Korwil dan CF untuk memberikan masukan pertimbangan lain untuk mendukung implementasi kegiatan.  Pada rapat pertama di Mitra Bentala telah tergambar kecamatan-kecamatan prioritas berdasarkan rangking dari hasil kajian pendahuluan Universitas Lampung. 



                      Rapat koordinasi Tim kecil pada tanggal 21 maret 2013 tersebut diawali dengan paparan dan masukan dari staf ahli program untuk penetapan lokasi perluasan.  Paparan menyebutkan bahwa untuk penetapan lokasi perluasan biopori  tetap mempertimbangkan dari hasil kajian pendahuluan tim penelitian Universitas Lampung untuk lokasi-lokasi prioritas dan pengalaman hasil implementasi di lokasi percontohan.   Pengalaman dari implementasi pembuatan lubang resapan biopori sebanyak 20.029 lubang di lokasi percontohan mempunyai pengaruh terhadap peningkatan permukaan air sumur warga dan dari debit air yang diukur serta mampu mengurangi genangan pada daerah-daerah tergenang.  Walaupun hal tersebut di pengaruhi juga oleh intensitas curah hujannya.

Dan perlu diketahui juga bahwa penerapan lubang resapan biopori untuk kota Bandar Lampung diperbolehkan di seluruh wilayah kecuali pada daerah-daerah pesisir.  Maka melalui BPPLHD Pemerintah Kota Bandar Lampung juga melakukan hal yang sama untuk pembuatan lubang resapan biopori.  Hasil dari rapat tersebut merekomendasikan penetapan lokasi perluasan berada di 4 kecamatan.  

Selanjutnya hasil dari rapat koordinasi Tim Kecil pada tanggal 23 Maret 2013 di kantor Walhi Lampung diputuskan untuk penetapan lokasi perluasan biopori mengaju pada hal-hal sebagai berikut;
1. Kajian pendahuluan tim penelitian Universitas Lampung
2. Tutupan Lahan
3. Kepadatan Penduduk
4. Daerah rentan (Banjir dan kekeringan)
5. Tingkat kemiskinan penduduk
6. Pendekatan Kecamatan
7. Tiap kecamatan ada kelurahan prioritas (Kajian Pendahuluan) dan diperbolehkan untuk 
    penyebaran di kelurahan yang lainnya dalam satu kecamatan
8. Daerah Resapan
9. Daerah Pengisian
10. Tingkat partisipasi masyarakat
Berdasarkan pertimbangan hal tersebut diatas peserta rapat menetapkan 4 kecamatan untuk dijadikan lokasi perluasan biopori. Nama-nama kecamatan lokasi perluasan biopori : kedaton, kemilling, tanjungkarang.   pusat, tanjung seneng.