Kamis, 25 April 2013
MITRA BENTALA membuat lubang resapan biopori
Merupakan tanggung jawab kita bersama untuk menjaga kelestariaan sumber air, langkah nyata kita (sekecil apapun) guna mengembalikan air hujan menjadi air tanah harus kita lakukan seperyi membuat biopori disekitar pekarangan rumah. MITRA BENTALA bersama dengan mahasiswa POLTAPALA beserta masyarakat pada tanggal 21 april 2013 membuat lubang resapan biopori serta menanam pohon dilingkungan sekitar kantor MITRA BENTALA.
Hal ini dilakukan bertujuan untuk mengenalkan lubang resapan biopori ke masyarakat di sekitar kantor MITRA BENTALA. Dengan demikian masyarakat akan memahami pentingnya pembuatan lubang resapan biopori.
Kamis, 04 April 2013
KOORDINASI PENENTUAN WILAYAH BIOPORI
Tim Kota pada saat rapat internal telah merekomendasikan untuk dibuat Tim
Kecil yang khusus membahas rencana penetapan lokasi perluasan. Maka Tim kecil pun melalukan rapat-rapat
untuk memutuskan lokasi yang dianjurkan.
Pertemuan Tim kecil telah dilakukan di Mitra Bentala pada tanggal 21
Maret 2013 dan dilanjutkan pada tanggal 23 Maret 2013 yang melibatkan Korwil
dan CF untuk memberikan masukan pertimbangan lain untuk mendukung implementasi
kegiatan. Pada rapat pertama di Mitra
Bentala telah tergambar kecamatan-kecamatan prioritas berdasarkan rangking dari
hasil kajian pendahuluan Universitas Lampung.
Rapat koordinasi Tim kecil pada tanggal 21 maret 2013 tersebut diawali
dengan paparan dan masukan dari staf ahli program untuk penetapan lokasi
perluasan. Paparan menyebutkan bahwa
untuk penetapan lokasi perluasan biopori
tetap mempertimbangkan dari hasil kajian pendahuluan tim penelitian
Universitas Lampung untuk lokasi-lokasi prioritas dan pengalaman hasil
implementasi di lokasi percontohan.
Pengalaman dari implementasi pembuatan lubang resapan biopori sebanyak
20.029 lubang di lokasi percontohan mempunyai pengaruh terhadap peningkatan
permukaan air sumur warga dan dari debit air yang diukur serta mampu mengurangi
genangan pada daerah-daerah tergenang.
Walaupun hal tersebut di pengaruhi juga oleh intensitas curah hujannya.
Dan perlu diketahui juga bahwa penerapan lubang resapan biopori untuk
kota Bandar Lampung diperbolehkan di seluruh wilayah kecuali pada daerah-daerah
pesisir. Maka melalui BPPLHD Pemerintah
Kota Bandar Lampung juga melakukan hal yang sama untuk pembuatan lubang resapan
biopori. Hasil dari rapat tersebut
merekomendasikan penetapan
lokasi perluasan berada di 4 kecamatan.
Selanjutnya hasil dari rapat
koordinasi Tim Kecil pada tanggal 23 Maret 2013 di kantor Walhi Lampung
diputuskan untuk penetapan lokasi perluasan biopori mengaju pada hal-hal
sebagai berikut;
1. Kajian pendahuluan tim
penelitian Universitas Lampung
2. Tutupan Lahan
3. Kepadatan Penduduk
4. Daerah rentan (Banjir dan
kekeringan)
5. Tingkat kemiskinan penduduk
6. Pendekatan Kecamatan
7. Tiap kecamatan ada kelurahan
prioritas (Kajian Pendahuluan) dan diperbolehkan untuk
penyebaran di kelurahan yang lainnya dalam
satu kecamatan
8. Daerah Resapan
9. Daerah Pengisian
10. Tingkat partisipasi
masyarakat
Berdasarkan pertimbangan hal
tersebut diatas peserta rapat menetapkan 4 kecamatan untuk dijadikan lokasi
perluasan biopori. Nama-nama kecamatan
lokasi perluasan biopori : kedaton, kemilling, tanjungkarang. pusat, tanjung seneng.
EVALUASI PROGRAM BIOPORI
Kegiatan evaluasi yang diadakan oleh MERCY CROPS pada tanggal 19 maret 2013 di hotel GRAND ANUGRAH Bandar Lampung menandakan keseriusan berbagai pihak terkait dengan pembuatan lubang resapan biopori. Kegiatan ini dihadiri oleh beberapa kepala sekolah yaitu kepala sekolah SMPN 7 , SDN 1 Langkapura, SDN 1 karang maritim dan SMPN 27, temean-teman
dari UNILA, kemudian teman-teman MITRA
BENTALA juga anggota tim kota perubahan iklim.

SOSIALISASI BIOPORI DI SEKOLAH ALAM LAMPUNG
Pada tanggal 22 maret 2013 diadakan sosialisasi sekaligus pembuatan lubang resapan biopori yang dilakukan di SEKOLAH ALAM LAMPUNG. Kegiatan ini dilakukan bertujuan untuk mengenalkan pada anak sejak usia dini bagaimana cara melakukan pembuatan lubang resapan biopori yang baik dan benar. Para siswa yang dilibatkan dalam acara sosialisasi ini mulai dari PAUD sampai dengan siswa SMP. Keterlibatan para guru dan sekaligus teman-teman dari MITRA BENTALA dalam memandu , membantu acara sosialisasi dan pembuatan lubang resapan biopori ini menujukan antusias terselengaranya acara ini.
Biopori pada lingkungan sekolah sangat penting karena dapat menularkan pengetahuan tentang biopori itu sendiri sehingga dapat dilakukan secara kolektif untuk mengurangi dampak banjir. Selain itu, biopori tersebut dapat memelihara lingkungan biotik di sekolah. Sosialisasi dan pembuatan biopori dilakukan dengan cara mengemas dalam bentuk permainan lingkungan, pengenalan lubang biopori secara interaktif sehingga siswa dapat ikut aktif bertanya, dan tentunya praktik langsung pembuatan lubang resapan dari materi yang sudah disampaikan. Siswa sekolah diperkenalkan dan dilatih untuk memahami fungsi serta manfaat dari biopori.
| ANAK-ANAK PAUD SEKOLAH ALAM LAMPUNG |
| SISWA SMP SEKOLAH ALAM LAMPUNG |
Diharapkan siswa-siswi yang mengikuti kegiatan sosialissi dan pembuatanbiopori ini dapat menyebarkan informasi dan ilmu yang telah mereka dapatkan ke teman siswa lainnya serta lebih jauh untuk mempraktikan kembali kegiatan ini di lingkungan sekitar rumah. Siswa SEKOLAH ALAM LAMPUNG beserta rekan -rekan MITRA BENTALA dalam satu hari dapat membuat 70 lubang resapan biopori. Lubang resapan biopori yang baru diharapkan dapat mengurangi genangan yang terdapat di sekolah tersebut
Minggu, 10 Maret 2013
Rapat Koordinasi Tim Kota
Rapat koordinasi tim kota dilakukan setiap tiga bulan sekali.
Rapat tim kota ini membahas bagaimana perkembangan program biopori yang dilakukan oleh Tim kota, Mercycorps, dan MITRA BENTALA dan progres yang akan dilakukan kedepan.
Rapat tim kota ini membahas bagaimana perkembangan program biopori yang dilakukan oleh Tim kota, Mercycorps, dan MITRA BENTALA dan progres yang akan dilakukan kedepan.
Hal yang telah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir oleh MITRA BENTALA terkait dengan biopori. Sosialisasi biopori di acara BPPLH. MITRA BENTALA melakuakan jumat bersih di kelurahaan
langkapura bersama dengan masyarakat. Ini menjadi pembelajaran yang rutin dilakuakan diselingkan untuk
pembuatan biopori. Disekolah-sekolah kita sudah melakukan pelatihan-pelatihan
untuk guru dan beberapa murid terutama di karang maritim, SMPN 7, SDN 1,2 dan
3. Pembuatan biopori di SMP IT fitrah Insani mereka menjadi kegitan ekstra kulikuler untuk kelas 2 dan 3.
Melakukan talkshow di TVRI. Dan
melakukan iklan layanan masyarakat di TVRI dengan pemkot Bandar Lampung, berharap bahwa dengan penayangaan ini publikasi untuk media
masa informasi ini dapat sampai dengan baik kemasyarakat kemudian ada
kunjungan pembuatan film dokumenter oleh Mercycorps. Kemudian penerbitan etvitorial di tribun
lampung. wilayah perluasan yang akan dilakukan untuk perluasan wilayah biopori
setelah mendapat rekomendasi dari tim kota. Kemudian akan ada workshop kecil
untuk melakuakan strategi untuk melakukan perluasan. Sebaran biopori yaitu di
lingkungan I langkapura sebanyak 41 lubang resapan biopori, lingkungan II 3329,
lingkungan III 7376 dan fasilitas sosial 3843.
Rabu, 06 Maret 2013
Pembagian hadiah lomba biopori
Suatu ironi memang pada saatnya air banyak dari hujan namun air tidak terserap optimal oleh tanah dan saat musim hujan berlalu kelangkaan air siap melanda beberapa wilayah Indonesia. Maka dari itu dibutuhkan suatu inovasi untuk mencegah banjr dan kelangkaan air yang sering terjadi. Salah satu caranya yang terbilang cukup mudah adalah dengan membuat lubang biopori dan sumur resapan. Namun, ada masalah dasar yang mengganjal yaitu kurangnya informasi lengkap tentang biopori dan sumur resapan yang diterima masyarakat. Salah satu sasaran tepat untuk memperkenalkan biopori dan sumur resapan adalah melalui proses belajar di sekolah. Sekolah yang menjadi sasaran Mitra Bentala salah satunya adalah SDN 3 langkapura dan SMP IT FITRA INSANI. Setelah dilakukan pembuatan biopori maka untuk mendukung semangat anak-anak dalam pembuatan biopori maka digalakan lomba biopori di sekolah, setelah pembuatan biopori maka pembagian hadiah diberikan kepada anak-anak yang dapat mebuat biopori dengan baik dan dengan jumlah yang cukup banyak.
Siswa mempraktikannya dilingkungan masing-masing maka keluarga dan yang lebih luasnya penduduk yang tinggal disekitarnya akan mengetahui juga tentang biopori. Sehingga dari satu siswa bisa menjadi penyelamat lingkungan dan sumber sosialisasi tentang biopori. Sehingga tujuan pengenalan biopori yang pada awalnya hanya untuk siswa dapat menyebar lebih luas ke masyarakat yang bukan siswa. Apabila masyarakat sudah mengetahui tentang biopori dan membuatnya dirumah masing-masing bukanlah hal yang tidak mungkin apabila suatu saat banjir dan kelangkaan air dapat teratasi.
Biopori mengembalikan siklus hidrologi
Air adalah unsur utama dalam kehidupan. Semua makhluk hidup membutuhkan air. Di Indonesia ada beberapa daerah yang mengalami kekeringan. Hal ini disebabkan siklus hidrologi terganggu sehingga air yang penting bagi kehidupan berubah menjadi bencana kehidupan. Pada dasarnya, air adalah sahabat manusia karena bila tidak ada air manusia tidak akan dapat bertahan dan melangsungkan kehidupan sehari-hari. Semua masalah ini berawal dari kebiasaan manusia yang terkait dengan sebuah sanitasi. Manusia memiliki cara sendiri dalam melakukan sebuah pengawasan lingkungan. Usaha ini harus dibina agar tercapai hasil yang diinginkan untuk menciptakan keadaan yang baik di bidang kesehatan masyarakat dalam lingkungan hidup yang sehat. Biopori merupakan salah satu cara dalam mengembalikan siklus hidrologi air.
Genangan air (run off water) sering terjadi pada daerah resapan atau infiltrasi rendah dengan intensitas curah hujan sangat tinggi. Area kering atau semi kering sering menjadi sasaran run off water seperti pada area jalan beraspal dan paving. Sedangkan pada daerah yang memiliki area resapan tinggi, tetapi intensitas curah hujan terus bertambah sampai menempati keadaan jenuh. Proses ini disebut dengan kelebihan arus darat sanitrasi. Daerah tersebut akan menyebabkan terjadinya run off water akibat area serapan yang ada tidak dapat menampung debit air hujan yang meningkat. Sehingga siklus hidrologi di dalam tanah menjadi terhambat. Proses ini merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir.
Dengan adanya biopori dapat membantu mengurangi run off water karena biopori adalah tekhnologi sederhana yang ramah lingkungan dalam membantu proses resapan pada tanah. Metode resapan air dengan cara biopori dapat mengatasi mengurangi terjadinya run off water dan membantu memulihkan siklus hidrologi air.Biopori merukan salah satu alternatif tekhnologi sederhana yang ramah lingkungan serta efisien. Biopori dapat dikembangkan semua kalangan masyarakat karena pembuatan biopori tidak memerlukan biaya yang tinggi serta menggunakan tekhnologi yang sederhana dan praktis. Pada saat ini biopori sangat diperlukan dalam mengatasi intensitas curah hujan yang tinggi. Biopori berupa sebuah lubang resapan yang sederhana dan mudah dalam proses pembuatannya, serta tidak memerlukan tempat yang luas.
Tempat yang dapat dibuat / dipasang lubang biopori resapan air seperti pada alas saluran air hujan di sekitar rumah, fasilitas umum dan lahan kosong. Dengan teknologi ramah lingkungan, biopori mampu menciptakan lingkungan hidup sehat. Biopori juga dapat diletakan pada daerah yang area resapannya sulit sehingga dapat membantu proses penyerapan air dan membantu mengembalikan siklus hidrologi air.
Langganan:
Postingan (Atom)










