Kamis, 01 Mei 2014
DESIMINASI BIOPORI
Pada tanggal 22 april 2014 diadakan desiminasi hasil biopori yang di adakan di hotel EMERSIA Bandar Lampung. acara ini di hadiri oelh beberapa pihak yaitu MERCY CORPS, MITRA BENTALA, TIM KOTA, ACCCRN. Desiminasi hasil biopori di hadiri pula oleh Walikota serta pak Kamir Brata selaku penemu lubang resapan biopori. rangkaian acara ini dimulai dari sambutan walikota Bandar lampung bapak Herman HN, lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, dan diakhiri dengan filtrip ke beberapa lokasi pembuatan biopori.
Selasa, 01 April 2014
workshop temu kader biopori
Acara workshop temu kader biopori diadakan pada tanggal 22 maret 2014 di begadang resto kota Bandar Lampung. kegitan ini dilakukan dengan tujuan untuk membangun partisipasi masyarakat dalam upaya
konservasi air tanah
kota Bandar Lampung. peserta worksop temukader ini dihadiri oleh beberapa pihak yaitu MITRA BENTALA, MERCY
CORPS, TIM KOTA, BPPLHD, Kader Biopori Kota Bandar Lampung.
Pada tanggal 22 maret 2014 tentunya bertepatan dengan hari air kota Bandar Lampung telah melakukan pembuatan biopori yang dimana bandar lampung telah terjadi krisis air karna daya resap air berkurang,hari ada kurang lebih 108 kader biopori yang telah ada dan datang untuk melakukan workshop sekaligus untuk menjalin silahturahmi antar kader dalam upaya pembuatan biopori dan diharapkan para kader nantinya akan berbagi pengalaman dalam pembuatan biopori yang telah dibuatnya. Pasca akan berakhirnya program biopori ini maka untuk perpanjangan tanggan agar biopori dapat terus berlangsung dibuatlah RIB (rumah informasi biopori).
Ada beberapahal yang diharapkan pasca program ini selesai yaitu tetap memperkuat pertisipasi masyarakat walaupun dimana masih banyak kendala, membangun dan memperkuat RIB, bagaimana layanan ini dapat dikembangakan dalam bentuk oprasiona, sinergistas dengan pemerintah melaluai penguatan peraturan, kinerja kita dengan pemerintah harus diperkuat kan kembali agar dapat dijadikan pegangan,dengan kata lain ini adalah kewajiban kita dan kita agar lebih kompak lagi membangun RIB dan kita lebih mengembangkan kesadaran diri dalm mengem, memjamin inventasi sosial yang sudah ada(kader biopori)untuk dapat saling memberi pemanfaatan.
Pada tanggal 22 maret 2014 tentunya bertepatan dengan hari air kota Bandar Lampung telah melakukan pembuatan biopori yang dimana bandar lampung telah terjadi krisis air karna daya resap air berkurang,hari ada kurang lebih 108 kader biopori yang telah ada dan datang untuk melakukan workshop sekaligus untuk menjalin silahturahmi antar kader dalam upaya pembuatan biopori dan diharapkan para kader nantinya akan berbagi pengalaman dalam pembuatan biopori yang telah dibuatnya. Pasca akan berakhirnya program biopori ini maka untuk perpanjangan tanggan agar biopori dapat terus berlangsung dibuatlah RIB (rumah informasi biopori).
Ada beberapahal yang diharapkan pasca program ini selesai yaitu tetap memperkuat pertisipasi masyarakat walaupun dimana masih banyak kendala, membangun dan memperkuat RIB, bagaimana layanan ini dapat dikembangakan dalam bentuk oprasiona, sinergistas dengan pemerintah melaluai penguatan peraturan, kinerja kita dengan pemerintah harus diperkuat kan kembali agar dapat dijadikan pegangan,dengan kata lain ini adalah kewajiban kita dan kita agar lebih kompak lagi membangun RIB dan kita lebih mengembangkan kesadaran diri dalm mengem, memjamin inventasi sosial yang sudah ada(kader biopori)untuk dapat saling memberi pemanfaatan.
EVALUASI PROGRAM BIOPORI
Kegiatan biopori yang telah dilakukan dalam beberapa waktu terakhir ini akan segera berakhir. Maka untuk melihat bagaimana tingkat kebeerhasilan dari program ini di lakukan rapat evaluasi biopori bersama sama dengan MITRA BENTALA, MERCY CORPS, Tim kota, rumah
sahabat lingkunga yang diadakan pada tanggal 20 maret 2014di ruang rapat BAPPEDA kota Bandar Lampung.
Ada
beberapa pembelajaran yang perlu diperhatikan pasca program biopori ini
berlangsung:
•
Komunikasi
dan Koordinasi yang rutin melalui email, telpon, diskusi dan rapat-rapat antar stakeholders terkait seperti Tim Kota,
Mercy Corps dan PMU sangat membantu untuk kelancaran implementasi program
seperti dalam hal penentuan jadwal kegiatan bersama, masukan dalam pelaksanaan
kegiatan, dan sinergi program dengan program yang ada di pemerintah kota.
•
Penyebaran
informasi tentang biopori yang dilakukan oleh anggota Tim Kota melalui
masing-masing SKPD sangat membantu PMU dalam percepatan informasi ke masyarakat
yang lebih luas.
•
Terbitnya
pemberitaan tentang biopori di media cetak dan elektronik sangat efektif untuk
penyebarluasan informasi dan mendapat dukungan atau partisipasi dari berbagai
pihak.
•
Sosialisasi
biopori bagi masyarakat dengan memanfaatkan kegiatan-kegiatan komunal seperti
gotong royong, pengajian, arisan, dll terbilang efektif dalam meningkatkan
pemahaman masyarakat mengenai biopori.
•
Adanya
surat edaran atau himbauan dari Walikota, Kecamatan, dan pihak Kelurahan
tentang pembuatan biopori di tingkat warga menggambarkan bahwa implementasi
program tersebut menjadi gerakan bersama.
•
Pada
masyarakat yang mengalami kekeringan dan banjir di wilayah tempat tinggalnya
cenderung lebih antusias dalam merespon proyek implementasi biopori di
wilayahnya.
•
Banyaknya
kampanye dan publikasi tentang biopori mendapatkan sambutan yang positif
dari berbagai elemen masyarakat;
termasuk kalangan swasta. Para pihak tersebut kemudian tertarik untuk ikut
ambil bagian dalam implementasi biopori.
•
Pada
tanggal 30 Oktober 2013 yang lalu, Mitra Bentala selaku pelaksana proyek
biopori menerima kunjungan dari Pihak Universitas Udayana Bali yang sedang
melakukan kajian untuk pembahasan Rencana Nasional penanganggulangan kekeringan
negara Indonesia.
•
Sebagai
bentuk dukungan terhadap implementasi biopori di Bandar Lampung, Walikota telah
menerbitkan Peraturan Walikota tentang Pemanfaatan Air Hujan di Kota Bandar
Lampung terhitung tanggal 4 September 2013
•
Komitmen
Pemerintah Kota dalam implementasi biopori untuk adaptasi terhadap perubahan
iklim upaya mengatasi kekeringan dan genangan banjir masuk skema penganggaran
Daerah
•
Munculnya
sosok lokal yang berperan aktif dalam pembuatan biopori di lingkungannya.
•
Adanya
Rumah Informasi Biopori Lampung yang dapat memfasilitasi layanan informasi,
pelatihan dan teknis pembuatan biopori untuk masyarakat/publik
•
Penerapan
biopori menjadi salah satu kriteria dalam berbagai lomba yang berkaitan dengan
lingkungan
•
Sosialisasi
biopori agar terus di lakukan di berbagai pihak (mengurangi genangan dan
menambah cadangan air bawah tanah).
•
Perwali
no.62 September Tahun 2013 tentang” Pemanfaatan Air Hujan” agar dilakukan
sosialisasi ke berbagai pihak (Kewajiban).
•
Memperkuat
dan memberdayakan keberadaan Rumah Informasi Biopori (RIB) untuk kegiatan
penerapan pembuatan biopori.
•
Keberadaan
Tim Kota agar tetap dipertahankan, dan mempunyai peran yang kuat dalam
mensinergikan program antar stakholder dan menjadi salah satu Tim yang
dipandang representatif dalam pembahasan issu-issu perubahan iklim maupun dalam
mengeluarkan kebijakan
Diharapkan untuk kedepannya program biopori ini dapat di laksanakan oleh seluruh masryarakat di kota Bandar lampung sehingga nantinya manfaat dari biopori ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Jumat, 24 Januari 2014
BIOPORI CEGAH BANJIR
Saat ini musim hujan sedang berada pada pucaknya. Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan bencana di negara Indosesia tercinta ini. cuaca ekstrim ini diperkirakan hingga februari.
Kukuh Ribudianto, Kepala Sub bidang Cuaca Ekstrem BMKG, mengatakan terdapat pertemuan angin di atas wilayah utara pulau Jawa dan Sumatera bagian selatan.
"Potensi hujan yang cukup lebat cenderung terjadi di wilayah ini. Di daerah Pantura masih akan terus berlangsung hingga pertengahan Februari nanti,"
Bencana yang ditimbulkan oleh air saat ini memang sangat luar biasa. Mulai dari banjir di jakarta, banjir di jateng, banjir bandang di Manado ditambah lagi longsor dan amblasnya jalan di tol cipularang. Provinsi lampung tidak luput dari bencana banjir, kabupaten lampung utara, pringsewu. Semua hal tersebut terjadi karena kerusakan alam yang semakin hari semakin parah. Tak terkendalinya penebangan hutan untuk dijadikan lahan pemukiman dan pusat perbelanjaan sehingga daerah untuk resapan air nyaris tidak ada. Berkaca dari bencana yang hingga saat ini terus melanda Indonesia sebaiknya kita berbenah agar kerusakan dan bencana tersebut tidak semakin parah. Bencana tersebut dapat di minimalisir jika masyarakat sadar akan lingkungan sehat bersih dan rapih.
Masyarakat harus memulai menghentikan kegiatan membuang sampah di saluran air, kali, sungai, penebangan pohon dan pembukaan lahan harus diminimalisir mempertimbangkan dampak untuk wilayah sekitarnya, buatlah penampungan air sebanyak - banyaknya seperti embung , waduk, sumur resapan dan untuk masyarakat yang perkotaan hendaknya membuat lubang resapan biopori disetip rumah agar air dapat diserap oleh tanah sebanyak-banyaknya. harapannya adalah dengan mulai belajar disiplin terhadap sesuatu yang akan merusak lingkungan kedepan bencana baik banjir, longsor akan dapat diminimalisir.
Senin, 02 Desember 2013
RAPAT INTERNAL KOTA
Rapat internal kota ini dilakukan pada tanggal kegiatan 26 november 2013 Pukul 10.00 yang bertempat
BAPPEDA kota Bandar Lampung. agenda rapat tersebut itu adalah evaluasi, perkembanggan program. Peserta rapat tersebut dihadiri oleh MITRA BENTALA, MERCY CORPS, Tim kota, CCC.
![]() | |
| peserta rapat (MITRABENTALA, MERCY CORPS, TIM KOTA | ) |
Pembuatan lubang resapan biopori, sampai bulan November 2013 ini sebanyak 20.029 (kelurahan langkapura) dan 400 (luar kelurahan Langkapura), total lubang resapan biopori yang telah dicapai untuk kegiatan Pilot Project sebanyak 20.354 lubang, unuk Kegiatan Project Implementasi (Beringin Raya, Sidodadi, Labuhan Dalam, Durian Payung) lubang resapan biopori. 35.477 lubang (November minggu ke3).
Capaian yang telah dilakukan dalam program biopori ini adalah Pelaksanaan aktivitas berjalan sesuai dengan Tracking Table yang telah disusun, Kampanye yang dilakukan melalui koran maupun TV lokal cukup baik (RIB), LRB yang dibuat November mencapai 35.000 lubang dari 80.000 target (43%), Pelibatan pihak terkait mulai dari kader, RT, Lingkungan dan kelurah cukup maksimal (ex. Surat Edaran dan surat himbauan), Terbitnya Peraturan Walikota Bandar Lampung No. 62 Tahun 2013 Tentang Pemanfaatan Air Hujan, Instansi pemkot Bandar Lampung yang terlibat didalam proyek biopori melakukan diseminasi penyerahan biopori untuk instansinya masing-masing yang dimulai dari tahun 2012 (BPLH Kota Bandar Lampung, BAPPEDA, Pertanian dan Kehutanan), Masyarakat / para pihak lainnya diluar program, ACCCRN membuat LRB (Pertamina, PDAM, PT. Tirta Investama, Kampus, Sekolah, daerah lain), Bertambahnya cadangan air tanah di empat kec. Di lokasi implementasi program sampai dengan 2014, Berkurangnya potensi genanggan air di empat kec.di lokasi implementasi program s/d april 2014, Dampak biopori menyebabkan ketersediaan air sumur warga lebih lama di banding tahun 2012.
Langganan:
Postingan (Atom)

