Selasa, 01 April 2014

EVALUASI PROGRAM BIOPORI

Kegiatan biopori yang telah dilakukan dalam beberapa waktu terakhir ini akan segera berakhir. Maka untuk melihat bagaimana tingkat kebeerhasilan dari program ini di lakukan rapat evaluasi biopori bersama sama dengan MITRA BENTALA, MERCY CORPS, Tim kota, rumah sahabat lingkunga yang diadakan pada tanggal 20 maret 2014di ruang rapat BAPPEDA kota Bandar Lampung. 









Ada beberapa pembelajaran yang perlu diperhatikan pasca program biopori ini berlangsung:
         Komunikasi dan Koordinasi yang rutin melalui email, telpon, diskusi dan rapat-rapat  antar stakeholders terkait seperti Tim Kota, Mercy Corps dan PMU sangat membantu untuk kelancaran implementasi program seperti dalam hal penentuan jadwal kegiatan bersama, masukan dalam pelaksanaan kegiatan, dan sinergi program dengan program yang ada di pemerintah kota.
         Penyebaran informasi tentang biopori yang dilakukan oleh anggota Tim Kota melalui masing-masing SKPD sangat membantu PMU dalam percepatan informasi ke masyarakat yang lebih luas.
         Terbitnya pemberitaan tentang biopori di media cetak dan elektronik sangat efektif untuk penyebarluasan informasi dan mendapat dukungan atau partisipasi dari berbagai pihak.
         Sosialisasi biopori bagi masyarakat dengan memanfaatkan kegiatan-kegiatan komunal seperti gotong royong, pengajian, arisan, dll terbilang efektif dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai biopori.
         Adanya surat edaran atau himbauan dari Walikota, Kecamatan, dan pihak Kelurahan tentang pembuatan biopori di tingkat warga menggambarkan bahwa implementasi program tersebut menjadi gerakan bersama.
         Pada masyarakat yang mengalami kekeringan dan banjir di wilayah tempat tinggalnya cenderung lebih antusias dalam merespon proyek implementasi biopori di wilayahnya.
         Banyaknya kampanye dan publikasi tentang biopori mendapatkan sambutan yang positif dari  berbagai elemen masyarakat; termasuk kalangan swasta. Para pihak tersebut kemudian tertarik untuk ikut ambil bagian dalam implementasi biopori.
         Pada tanggal 30 Oktober 2013 yang lalu, Mitra Bentala selaku pelaksana proyek biopori menerima kunjungan dari Pihak Universitas Udayana Bali yang sedang melakukan kajian untuk pembahasan Rencana Nasional penanganggulangan kekeringan negara Indonesia.
         Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi biopori di Bandar Lampung, Walikota telah menerbitkan Peraturan Walikota tentang Pemanfaatan Air Hujan di Kota Bandar Lampung terhitung tanggal 4 September 2013
         Komitmen Pemerintah Kota dalam implementasi biopori untuk adaptasi terhadap perubahan iklim upaya mengatasi kekeringan dan genangan banjir masuk skema penganggaran Daerah
         Munculnya sosok lokal yang berperan aktif dalam pembuatan biopori di lingkungannya.
         Adanya Rumah Informasi Biopori Lampung yang dapat memfasilitasi layanan informasi, pelatihan dan teknis pembuatan biopori untuk masyarakat/publik
         Penerapan biopori menjadi salah satu kriteria dalam berbagai lomba yang berkaitan dengan lingkungan
         Sosialisasi biopori agar terus di lakukan di berbagai pihak (mengurangi genangan dan menambah cadangan air bawah tanah).
         Perwali no.62 September Tahun 2013 tentang” Pemanfaatan Air Hujan” agar dilakukan sosialisasi ke berbagai pihak (Kewajiban).
         Memperkuat dan memberdayakan keberadaan Rumah Informasi Biopori (RIB) untuk kegiatan penerapan pembuatan biopori.
         Keberadaan Tim Kota agar tetap dipertahankan, dan mempunyai peran yang kuat dalam mensinergikan program antar stakholder dan menjadi salah satu Tim yang dipandang representatif dalam pembahasan issu-issu perubahan iklim maupun dalam mengeluarkan kebijakan
      
      Diharapkan untuk kedepannya program biopori ini dapat di laksanakan oleh seluruh masryarakat di kota Bandar lampung sehingga nantinya manfaat dari biopori ini dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat. 

Jumat, 24 Januari 2014

BIOPORI CEGAH BANJIR

Saat ini musim hujan sedang berada pada pucaknya. Curah hujan yang cukup tinggi menyebabkan bencana di negara Indosesia tercinta ini. cuaca ekstrim ini diperkirakan hingga februari.
Kukuh Ribudianto, Kepala Sub bidang Cuaca Ekstrem BMKG, mengatakan terdapat pertemuan angin di atas wilayah utara pulau Jawa dan Sumatera bagian selatan.
"Potensi hujan yang cukup lebat cenderung terjadi di wilayah ini. Di daerah Pantura masih akan terus berlangsung hingga pertengahan Februari nanti,"
Bencana yang ditimbulkan oleh air saat ini memang sangat luar biasa. Mulai dari banjir di jakarta, banjir di jateng, banjir bandang di Manado ditambah lagi longsor dan amblasnya jalan di tol cipularang. Provinsi lampung tidak luput dari bencana banjir, kabupaten lampung utara, pringsewu.  Semua hal tersebut terjadi karena kerusakan alam yang semakin hari semakin parah. Tak terkendalinya penebangan hutan untuk dijadikan lahan pemukiman dan pusat perbelanjaan sehingga daerah untuk resapan air nyaris tidak ada.  Berkaca dari bencana yang hingga saat ini terus melanda Indonesia sebaiknya kita berbenah agar kerusakan dan bencana tersebut tidak semakin parah. Bencana tersebut dapat di minimalisir jika masyarakat sadar akan lingkungan sehat bersih dan rapih. 
Masyarakat harus memulai menghentikan kegiatan membuang sampah di saluran air, kali, sungai, penebangan pohon dan pembukaan lahan harus diminimalisir mempertimbangkan dampak untuk wilayah sekitarnya, buatlah penampungan air sebanyak - banyaknya seperti embung , waduk, sumur resapan dan untuk masyarakat yang perkotaan hendaknya membuat lubang resapan biopori disetip rumah agar air dapat diserap oleh tanah sebanyak-banyaknya. harapannya adalah dengan mulai belajar disiplin terhadap sesuatu yang akan merusak lingkungan kedepan bencana baik banjir, longsor akan dapat diminimalisir.

Senin, 02 Desember 2013

RAPAT INTERNAL KOTA


Rapat internal kota ini dilakukan pada tanggal kegiatan  26 november 2013 Pukul 10.00 yang bertempat  BAPPEDA kota Bandar Lampung. agenda rapat tersebut itu adalah evaluasi, perkembanggan program. Peserta rapat tersebut dihadiri oleh MITRA BENTALA, MERCY CORPS, Tim kota, CCC. 


peserta rapat (MITRABENTALA, MERCY CORPS, TIM KOTA)


Pembuatan lubang resapan biopori, sampai bulan November 2013  ini sebanyak 20.029 (kelurahan langkapura) dan 400 (luar kelurahan Langkapura),  total lubang resapan biopori yang telah dicapai untuk kegiatan Pilot Project sebanyak 20.354 lubang, unuk Kegiatan Project Implementasi  (Beringin Raya, Sidodadi, Labuhan Dalam, Durian Payung) lubang resapan biopori. 35.477 lubang (November minggu ke3).


Capaian yang telah dilakukan dalam program biopori ini adalah Pelaksanaan aktivitas berjalan sesuai dengan Tracking Table yang telah disusun,  Kampanye yang dilakukan melalui koran maupun TV lokal cukup baik (RIB),  LRB yang dibuat November mencapai 35.000 lubang dari 80.000 target (43%), Pelibatan pihak terkait  mulai dari kader, RT, Lingkungan dan kelurah cukup maksimal (ex. Surat Edaran dan surat himbauan), Terbitnya Peraturan Walikota Bandar Lampung No. 62 Tahun 2013 Tentang Pemanfaatan Air Hujan, Instansi pemkot  Bandar Lampung yang terlibat didalam proyek biopori melakukan diseminasi penyerahan biopori untuk instansinya masing-masing yang dimulai dari tahun 2012 (BPLH Kota Bandar Lampung, BAPPEDA, Pertanian dan Kehutanan), Masyarakat / para pihak lainnya diluar program, ACCCRN membuat LRB (Pertamina, PDAM, PT. Tirta Investama, Kampus, Sekolah, daerah lain), Bertambahnya cadangan air tanah di empat kec. Di lokasi implementasi program sampai dengan 2014, Berkurangnya potensi genanggan air di empat kec.di lokasi implementasi program s/d april 2014, Dampak biopori menyebabkan ketersediaan air  sumur warga lebih lama di banding tahun 2012.  

 

Selasa, 05 November 2013

BIOPORI MENJAGA LINGKUNGAN

Memasuki bulan november berarti tampak didepan mata musim penghujan yang segera tiba. Untuk daerah padat pemukiman dipastikan jumlah air akan meningkat mengingat lokasi resapan yang sudah beralih fungsi tersebut. Akibatnya disejumlah daerah yang lokasinya rendah akan tergenang air dan bukan tidak mungkin akan terkena banjir. Biopori adalah salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut.

Pembuatan biopori sudah dilakukan terus menerus dan berekelanjutan hingga saat ini oleh MITRA BENTALA serta rekan-rekan yang mendukung program biopori ini. Lubang resapan biopori ini dilakukan didaerah Kota Bandar Lampung. Sampai saat ini jumlah lubang resapan biopori mencapai 19.240 lubang resapan biopori.

Kegiatan yang dilakukan untuk terus meningkatkan lubang resapan biopori terus dilakukan. Beberapa kegiatan tersebut seperti rapat internal kader, rapat koordinasi CF dan Koorwil, melakukan kerja bakti bersama. semua kegitan tersebut dilakukan secara berkelanjutan. Harapannya adalah saat hujan turun luapan air dapat berkurang serta cadangan air tanah dapat ditingkatkan.


Senin, 16 September 2013

SOSIALISASI BIOPORI

 " Sosialisasi daerah perluasan biopori tingkat Kelurahan"



Seiring dengan Pembangunan–pembangunan di lahan perkotaan semakin meningkat dan semakin semrawut karna penataan kota yang kurang pas.Dan juga di tambah dengan penelitian pihak Unila yang di ramalkan pada tahun 2020 kota Bandar Lampung akan Krisis air. Maka saat hujan datang, air yang seharusnya mengalir ke tempat pembuangan air itu terkadang terhenti sehingga air tidak berjalan secara semestinya yang diharapkan.Tempat yang untuk perjalanan air untuk saat ini sudah sempit, tersumpel sampah dan  lahan terbuka untuk resapan air sudah tertutup sehingga saat hujan datang di kota ini kerap  terjadi banjir maka dan pada saat kemarau kekeringan karna tidak ada cadangan air di bawah tanah. Maka Pemerintah kota mensiasati dengan Lubang Resapan Biopori, dan Pemerintah pun sudah mengeluarkan tentang kebijakan LRB ini dengan No. 12  Th. 2009, yang di harapkan bisa membantu menyimpan cadangan air di bawah air dan mengurangi banjir di kota Bandar Lampung. 


Sebelumnya telah dilakukan sosilisasi biopori tingkat kecamatan, saat ini dilanjutkan dengan sosialisasi tingkat kelurahaan. sosialisasi tingkat kelurahaan ini dilakukan di beberapa kelurahan yaitu bringgin jaya, sidodadi, labuhan dalam, durian payung. kegitaan ini dilakukan agar masyarakat lebih paham dan megerti manfaat biopori sehingga akan timbul kesadaran untuk membuat lubang resapan biopori tersebut.

foto kegitaan sosialisasi kelurahaan sidodadi







foto kegiataan sosialisasi kelurahan bringgin jaya