Memasuki bulan november berarti tampak didepan mata musim penghujan yang segera tiba. Untuk daerah padat pemukiman dipastikan jumlah air akan meningkat mengingat lokasi resapan yang sudah beralih fungsi tersebut. Akibatnya disejumlah daerah yang lokasinya rendah akan tergenang air dan bukan tidak mungkin akan terkena banjir. Biopori adalah salah satu solusi untuk mengatasi masalah tersebut.
Pembuatan biopori sudah dilakukan terus menerus dan berekelanjutan hingga saat ini oleh MITRA BENTALA serta rekan-rekan yang mendukung program biopori ini. Lubang resapan biopori ini dilakukan didaerah Kota Bandar Lampung. Sampai saat ini jumlah lubang resapan biopori mencapai 19.240 lubang resapan biopori.
Kegiatan yang dilakukan untuk terus meningkatkan lubang resapan biopori terus dilakukan. Beberapa kegiatan tersebut seperti rapat internal kader, rapat koordinasi CF dan Koorwil, melakukan kerja bakti bersama. semua kegitan tersebut dilakukan secara berkelanjutan. Harapannya adalah saat hujan turun luapan air dapat berkurang serta cadangan air tanah dapat ditingkatkan.
Selasa, 05 November 2013
Senin, 16 September 2013
SOSIALISASI BIOPORI
" Sosialisasi daerah perluasan biopori tingkat Kelurahan"
Seiring dengan
Pembangunan–pembangunan di lahan perkotaan semakin meningkat dan semakin
semrawut karna penataan kota yang kurang pas.Dan juga di tambah dengan
penelitian pihak Unila yang di ramalkan pada tahun 2020 kota Bandar Lampung
akan Krisis air. Maka saat hujan datang, air yang seharusnya mengalir ke tempat
pembuangan air itu terkadang terhenti sehingga air tidak berjalan secara
semestinya yang diharapkan.Tempat yang untuk perjalanan air untuk saat ini sudah
sempit, tersumpel sampah dan lahan
terbuka untuk resapan air sudah tertutup sehingga saat hujan datang di kota ini
kerap terjadi banjir maka dan pada saat
kemarau kekeringan karna tidak ada cadangan air di bawah tanah. Maka Pemerintah
kota mensiasati dengan Lubang Resapan Biopori, dan Pemerintah pun sudah
mengeluarkan tentang kebijakan LRB ini dengan No. 12 Th. 2009, yang di harapkan bisa membantu
menyimpan cadangan air di bawah air dan mengurangi banjir di kota Bandar
Lampung.
Sebelumnya telah dilakukan sosilisasi biopori tingkat kecamatan, saat ini dilanjutkan dengan sosialisasi tingkat kelurahaan. sosialisasi tingkat kelurahaan ini dilakukan di beberapa kelurahan yaitu bringgin jaya, sidodadi, labuhan dalam, durian payung. kegitaan ini dilakukan agar masyarakat lebih paham dan megerti manfaat biopori sehingga akan timbul kesadaran untuk membuat lubang resapan biopori tersebut.
foto kegitaan sosialisasi kelurahaan sidodadi
foto kegiataan sosialisasi kelurahan bringgin jaya
Sabtu, 13 Juli 2013
LOKAKARYA BIOPORI
Lokakarya biopori wilayah percontohan diadakan pada
tanggal 3 juli 2013 di hotel marcopolo. Acara sosialisasi ini dihadiri oleh tim
kota, Asiten eslon II bidang ekonomi, ketua BAPPEDA, kepala sekolah dari beberapa sekolah percontohan yang
menerapkan biopori, dinas instansi, perwakilan kecamataan, perwakilan dari
kelurahaan.
Adapun urutan acara
yang telah dilakukan sambutan dari bapak wali kota yang mana dalam hal ini
diwakili oleh Asiten eslon II bidang ekonomi yang membacakan sambutaan dari
bapak wali kota Bandar lampung, dan dilanjutkan dengan laporan
pertanggungjawabaan dari Lembaga penelitian UNILA terkait hasil pembutaan
lubang resapan biopori, laporan kegitan yang telah dilakukan disampaikan oleh MITRA BENTALA dan pemberian materi oleh penemu lubang resapan biopori pak Kamir Brata.
Ada beberapa proses pembelajaran yang perlu diperhatikan pasca pembutaan lubang resapan biopori di wilayah percontohan kelurahan Langkapura Bandar lampung,
hal-hal yang baik nantinya akan dilakukan untuk diterapkan di empat kecamataan. Setelah acara lokakarya ini dilakukan aktifitas
yang akan dilakukan kedepan yaitu koordinasi dengan para pihak ditingkat
kecamataan untuk wilayah perluasaan, melakukan Fokus group discusion, pelatihan
kader, asistensi di kelurahaan. adanya dukungan kebijakan dari lurah dan wali kota
untuk mendukung pembutan lubang resapan biopori, danya komitmen lurah
melalui implementasi biopori baik dari pihak aparat kelurahannya, PKK,
posyandu.
Ada beberapa kendala yang dihadapi saat implementasi tersebut berlangsung diantaranya tidak semua kader yang ada di kelurahaan langkapura
berfungsi dengan baik, inisiatif dari masyarakat terkait dengan dampak langsung
dari kekeringan dan banjir yang terjadi pasca pembutaan biopori, kendala pembutaan lubang resapan biopori pasca
pembuataan, setelah pembutaan harus ada pemeliharaan lubang resapan biopori.
Harapan kedepan adalah pemerintah dapat membuat
peraturan untuk pengembang atau bangunan lain untuk melampirkan rencana
sanitasi dan pemanfaatan air hujan sebagai salah satu sarat pendiriaan bagunan.
Kamis, 11 Juli 2013
Sosialisasi Biopori di Kecamataan Tanjung Karang Pusat
Kegiatan
sosialisasi di kecamatan Tanjung Karang Pusat diadakan tanggal 28 juni 2013 dimulai pada pukul 09.00 wib. Peserta sosialisasi dihadiri oleh camat Tanjung Karang Pusat, lurah , dan perwakilan masyarakat setempat. Sosialisasi di kecamataan Tanjung Karang Pusat ini menjadi sosialisasi penutup untuk tingkat kecamataan yang nantinya kan dilanjutkan sosialisasi ketingkat kelurahaan
“Kita sepakat bahwa
air adalah sumber kehidupan, setiap tahun kebutuhan akan air semakin meningkat
maka harapkan kita beberapa tahun kedepan melalui adanya lubang resapan biofori
ini cadangan air bawah tanah untuk air sumur galian ataupun sumur bor akan tetap
pada. Selain itu ada manfaat lainnya yaitu dapat meminimalkan genangan air dan
terbuangnya air yang mengalir sia-sia ke laut. Berdasarkan hasil kajian oleh
Universitas Lampung (UNILA) secara ilmiah harus disampaikan bahwa kota Bandarlampung
disaat kemarau atau pun musim hujan sama-sama terjadi kekurangan air, pada saat
kemarau beberapa bulan saja sudah terasa kurangnya cadangan air, begitupun
disaat banjir, karena air yang menggenang saat banjir itu akan mengalir
langsung ke drainase dan langsung menuju ke laut tanpa terserap oleh tanah
secara maksimal karena kondisi kota Bandarlampung saat ini kurangnya lahan
untuk penyerapan air, kebanyakan sudah tertutupi oleh bangunan-bangunan dan
semen-semen atau paving. Untuk mengatasi
hal itu sebenarnya pemerintah kota Bandarlampung menurunkan kebijakan bagi
tiap-tiap bangunan wajjib membuat lubang resapan, akan tetapi padatnya bangunan
di kota Bandarlampung, seperti pemukiman penduduk maupun bangunan lain tidak
memungkinkan untuk pengadaan lubang resapan yang memang membutuhkan lahan yang
cukup luas dan biaya yang relative tinggi. Maka lubang resapan biofori ini lah
yang paling cocok diterapkan di kota Bandarlampung dengan diameter lubang hanya
10 Cm dari pada lubang resapan pada umumnya.”
| camat kemiling memberikan sambutan |
| peserta bertanya tentang biopori |
| pembutaan biopori oleh peserta sosialisasi |
| daerah yang dapat di buat lubang resapan biopori |
Berdasarkan
kajian UNILA juga, di Kota Bandarlampung terjadi penurunan permukaan air tiap tahunnya
sebesar 2 Cm. Dapat digambarkan jika 10 tahun yang lalu
sumur galian dengan kedalaman 5 meter saja sudah
mencapai sumber mata air, sedangkan saat ini paling tidak 10, bahkan 12-17
meter galian baru mencapai sumber mata air.”
Tetapi daerah pinggiran pantai atau pessir
seperti daerah Teluk tidak direkomendasikan untuk pengadaan lubang resapan biofori
ini dengan pertimbangan air yang diserap nanti bercampur dengan air laut. Secara
umum mengenai lubang resapan biofori ini merupakan sesuatu yang baru bagi
masyarakat, maka perlu adanya sosialisasi di tingkat kecamatan seperti saat ini
dan sosialisasi lanjutan di tingkat kelurahan nantinya.
Selasa, 09 Juli 2013
Sosialisasi Biopori di Kecamataan Tanjung Senang
Sosialisasi dan pembuatan biopori di tingkat
kecamataan Tanjung Senang dilakukan pada tanggal 27juni 2013 yang berlokasi di Kecamtaan Tanjung Senang. Peserta yang hadir diantaranya dari pihak kecamataan, kelurahaan, RT, dan masyarakat sekitar. Kecamataan Tanjung
senang terdiri dari 5 kelurhaan. Jumlah pembutaan lubang resapan biopori yang akan dibuat adalah 20.000 lubang biopori yang
natinya akan dibagi ke 5 kelurahaan. Pembagian jumlah lubang resapan biopori
ini nantinya jumlahnya tidak akan sama untuk setiap kelurahaan. Dan secara
tekhnis contohnya seperti apa pembuatan lubang resapan biopori ini juga dilakukan dalam acara sosialisasi ini. Pasca dari sosialisasi tingkat kecamataan akan dilanjutkan sosialisasi tingkat kelurahaan. Dan akan dibentuk beberapa kader untuk memudahkan kerja teman-teman dilapangan. Kader-kader
ini yang akan membantu pelaksanaan kegitaan, bagaimana mengajak masyrakaat
untuk sama-sama membuat lubang biopori. Kita
berharap bahwa program ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh warga
masyarakat yang tentunya masyarakat Tanjung senang ini.
| pembutaan biopori oleh sekcam Tanjung Senang |
| pembutan biopori oleh masyarakat |
SOSIALISASI BIOPORI KECAMATAAN KEMILING
Sosialisasi dan pembuatan biopori
di tingkat kecamataan kemilling diadakan pada tanggal 20 juni 2013. Sosialisasi ini dihadiri oleh pihak kecamatan, sosialisasi , perwakilan dari karangtaruna dan masyarakat sekitar. Sosialisasi ini dilakukan dengan harapan kedepan kita
dapat bekerjasama antara kecamatan, kelurahaan, Posyandu dan ibu-ibu PKK.
| Peserta sosialisasi |
| peserta sosialisasi saat sesi tanya jawab |
Senin, 17 Juni 2013
SOSIALISASI BIOPORI KECAMATAN KEDATON
Pada saat musim hujan tiba, sebagian besar air hujan yang turun ke bumi tidak dapat meresap secara langsung ke dalam tanah karena sudah banyak lahan terbuka hijau yang dipakai untuk lahan pemukiman. Akibatnya air tersebut akan mengalir menjadi limpasan sehingga akan menimbulkan genanggan dan banjir disebagian daerah daratan rendah. hal tersebut tentu dapat diatasi dengan cara pembuatan lubang resapan biopori. Dengan membuat lubang resapan biopori tentunya dapat mengatasi kekurangan pasokaan air, mengatasi genaggan air, mencegah banjir , serta menambah cadangan air tanah. Mengingat pentingnya hal tersebut maka pembuatan lubang resapan biopori disosialiasikan di Bandar Lampung. Pembuatan lubang resapan biopori yang sebelumnya sudah dilakukan di kelurahan langkapura saat ini akan diperluas didaerah lainnya. Sebelum melakukan pembuatan lubang resapan biopori masyarakat harus diberikan pengetahuan terlebih dahulu apakah yang dimaksud dengan lubang resapan biopori.Maka dilakukan sosialisasi pembutan lubang resapan biopori.
Kegitan sosialisasi implementasi biopori wilayah kecamatan kedaton dilakukan pada tanggal 13 juni 2013. Acara diawali dengan sambutan dari pihak pelaksana kegitan oleh direktur MITRA BENTALA herza yulianto. Dalam acara sosialisai ini disisipkan pemberian materi mengenai biopori yang diisi oleh koordinator program biopori, Tim kajian UNILA dan Mercy Corps dan setelah itu dilanjutkan dengan melakukan interaksi tanya jawab dengan peserta sosialisasi biopori.
Peserta diajak untuk melakukan pembutan biopori secara bersama-sama agar para peserta paham apa yang di maksud dengan biopori dan bagaimana cara pembutan lubang resapan biopori. Tanggapan yang ditunjukan oleh masyarakaat saat sosialisasi cukup baik. Hal tersebut terlihat dari bagaimana antusias warga membuat lubang resapan biopori secara bersama-sama dan sekaligus meminta agar dilokasi pemukiman mereka segera dibuat lubang resapan biopori.
Langganan:
Postingan (Atom)