Sabtu, 24 November 2012

Pembuatan LRB di LK I RT 02

Pembuatan LRB di LK I RT 02 Bpk Alamsyah

Pembuatan LRB untuk setiap harinya di RT Bpk Alamsyah bersama masyarakat, mewajibkan Kader memiliki jadwal untuk pembuatan LRB setiap hari  minimal 2/3 rumah yang membuat. serta memudahkan kader untuk pencatatan LRB di setiap rumah.




Rapat koordinasi seluruh Kader Biopori di Kelurahan Langkapura

Selasa, 6 November 2012, di Aula Kelurahan Langkapura

Dihadiri oleh Pak Lurah sutarjo, Bang Aby dari Mitra Bentala, Teman-teman Korwil dan CF, Seluruh Kader Biopori Kelurahan langkapura.

Diawali sambutan dari Pak Lurah yang memberikan masukan dan motivasi kepada seluruh kader biopori untuk lebih intens dan lebih bertanggung jawab untuk program ini. karena kelurahan langkapura menjadi contoh untuk program Biopori.



Dilanjutkan sambutan dari bang Aby dari Mitra bentala, membahas mengenai capaian LRB yang sudah dibuat oleh warga disetiap Kader. serta memberikan masukan, solusi, ataupun strategi bagi para kader untuk pembuatan LRB. dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dari para kader, tukar pikiran mengenai program LRB.

Selasa, 16 Oktober 2012

Kunjungan Tim ACCCRN ke lokasi Implementasi pembuatan Biopori

Foto bersama anggota ACCCRN
Para delegasi dari 10 negara yang tergabung dalam program ACCCRN meninjau peningkatan ketahan Bandar Lampung terhadap perubahan iklim dan pemanasan global. Kesepuluh negara tersebut adalah Amerika Serikat, Afrika selatan, Inggris, Australia, Banglades, India, Thailand, Vietnam, Hongkong, termasuk Indonesia. Lokasi implementasi pembuatan biopori tersebut di kelurahan langkapura. Dengan kunjungan berbagai negara ke lokasi implementasi biopori dapat membagun semangat bersama sehingga dapat memperkuat kapasitas masyarakat untuk menghadapi perubahan iklim dan pemanasan global.
Direktur Ekskutif Mitra Bentala Herza yulianto mengutarakan, mengutarakan biopori merupak teknologi serapan berupa lubang resapan yang berfungsi untuk menyerap air selain murah dan mudah serta tidak membutuhkan lahan yang luas, sehingga warga dapat membuat Lubang resapan biopori di pekarangan rumah.

Pemanasan global terjadi akibat dari peningkatan efek rumah kaca yang disebebakan oleh naiknya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Semakin tinggi konsentrasi gas rumah kaca maka semakin banyak radiasi panas dari bumi yang terperangkap di atmosfer dan dipancarkan kembali ke bumi. Hal ini menyebabkan peningkatan suhu di permukaan bumi. Pemanasan atau pendinginan global dipengaruhi oleh faktor alam dan faktor manusia. Yang termasuk faktor alam adalah tingkat radiasi matahari dan letusan gunung. Naik turunnya radiasi matahari berpengaruh terhadap naik turunnya suhu bumi.
Sementara, letusan gunung berapi memberikan efek penuruanan suhu bumi untuk beberapa saat. Aktifitas manusia juga memberikan efek pada naik turunnya suhu bumi. Namun jika diakumulasi, maka secara keseluruhan aktifitas manusia pada peningkatan suhu bumi jauh lebih besar daripada kontribusi faktor-faktor yang lain.Salah satu upaya untuk penyelamatan bumi adalah pembutan biopori. Biopori merupakan bagian dari upaya adaptasi untuk mengatasi kekeringan ekstrem yang secara tidak langsung akan berdampak terhadap perubahan iklim global.

salah satu TIM ACCCRN membuat lubang biopori

Senin, 01 Oktober 2012

launcing program bipori




Lubang resapan biopori salah satu teknologi yang tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi masalah banjir mengingat musim hujan diperkirakan akan atang pada bulan oktober akhir 2012. MITRA BENTALA melakukan launching Lubang Resapan Biopori Jumat (28/9/2012) untuk mengurangi dampak dari kekeringan dan mengurangi dampak banjir yang akan terjadi dibeberapa daerah dataran rendah di kota bandar lampung.  Sekkot Bandar Lampung Badri Tamam mewakili Wali Kota Herman HN, diretktur eksekutif MITRA BENTALA Herza Yulianto dan Tim Kota bersama masyarakat mencoba membuat lubang biopori di Kelurahan Langkapura, Kecamatan Langkapura, Pencanangan lubang biopori di kelurahan ini ditargetkan sebanyak 20 ribu lubang resapan biopori.

Tujuan pembuatan lubang biopori sendiri untuk menjawab masalah kekeringan akibat perubahan iklim. Jadi dengan adanya lubang biopori diharapkan dapat meningkatkan cadangan air tanah.

Jumat, 21 September 2012

Kegiatan AKBAR pembuatan LUBANG RESAPAN BIOPORI di SDN 1 Langkapura


semangat murid-murid membuat biopori

LRB (LubangResapan Biopori)



Kegiatan akbar pembuatan LRB (Lubang Resapan Biopori),Sabtu, 22 September 2012 di SDN 1 Langkapura.

Ada istilah yang sering disebut-sebut bahwa “teori tidak cukup tanpa praktek.” Hal ini sungguh nyata dan dinilai sangat benar bagi murid-murid SDN 1 Langkapura.Entusiasme murid-murid SDN 1 Langkapura pun berkelanjutan dan terlihat sangat bersemangat di  detik-detik sebelum dimulainya praktek dan terutama pada saat pembuatan lubang-lubang biopori.

murid-murid mendengarkan pengarahan


pembuatan LRB
pembuatan LRB

Lubang resapan biopori merupakan lubang dengan lebar 10-30cm, dalam 80-100cm, dan dibuat tegak lurus ke dalam tanah. Ke dalam lubang resapan biopori nantinya bisa dimasukan sampah organik dan bisa diambil dan dimanfaatkan menjadi kompos. Biopori ini dikembangkan pertama kali oleh tim biopori dari Institut Pertanian Bogor. 

Merupakan suatu hal yang sangat membanggakan untuk dapat melihat generasi muda Indonesia yang begitu entusiastik, tekun dan gembira dalam mengemban tugas mereka sebagai pelajar. Disini kami sungguh percaya akan visi kami dimana kami dapat berbagi kepada generasi muda untuk memajukan bangsa!

Kamis, 20 September 2012

Sosialisasi Biopori dengan Ibu-ibu PKK dan Posyandu di Kelurahan Langkapura

Dalam rangka lebih mengoptimalkan fungsi Biopori, diadakan sosialisasi biopori untuk ibu-ibu PKK dan Posyandu pada hari Kamis (20/09/2012) di Kelurahan Langkapura. Tujuan diadakannya sosialisasi ini adalah untuk menambah wawasan/pengetahuan serta ketrampilan pembuatan peresapan air dengan teknik biopori.Dengan diadakanya sosialisasi ini,diharapkan masyarakat bisa membuat dan menggunakan peresapan air secara biopori, yaitu dengan membuat lubang resapan biopori dalam tanah dengan sampah organik untuk memicu terbentuknya biopori.


Sambutan SEKCAM yang baru

Biopori adalah pori-pori berbentuk lubang (terowongan kecil) yang dibuat oleh aktivitas fauna/organisme tanah atau akar tanaman, yang bisa berfungsi menyerap air terutama sir hujan yang mengalir sehingga dapat menjadi sumber cadangan air bagi air bawah tanah, tumbuhan sekitarnya serta membantu proses perubahan sampah organik menjadi kompos yang bisa dipakai sebagai pupuk.


Penjelasan Biopori
Lubang resapan biopori (LRB) bisa dibuat dimana saja, baik di dalam tanah langsung, di bawah tanah di bawah saluran air. Pembuatan LRB ini sederhana, dan bisa dibuat dengan mudah. Hasilnya juga sangat menguntungkan untuk meningkatkan kadar humus dan menyuburkan tanaman.

























Senin, 17 September 2012

SISWA SDN 1 LANGKAPURA MULAI MEMBUAT LUBANG RESAPAN BIOPORI


Koordinasi Dengan Para Guru
Air dan hutan merupakan sumber daya alam yang memiliki peranan penting dalam kehidupan. Permasalahan yang muncul saat ini terkait dengan sumber daya alam berupa air  adalah adanya kasus kelangkaan air. Indonesia merupakan negara yang kaya sumber air. Sebab, curah hujannya tinggi rata-rata 2.779 milimeter (mm) per tahun. Namun sebagian wilayahnya justru kekurangan air bersih.

Pengenalan lingkungan kepada anak sejak usia dini perlu dilakukan mengingat kondisi alam yang kian hari kian memprihatinkan. contohnya telah dilakukan di SDN 1 Langkapura kecamatan kemiling, bersama-sama membuat Lubang Resapan Biopori.Program ini menjadi kebijakan Kota Bandar Lampung dalam menjawab permasalahan kekeringan dengan melibatkan partisipasi sekolah-sekolah di Bandar Lampung

Anak-Anak Membuat LRB
Lubang Resapan Biopori menjadi sebuah alternatif untuk meningkatan cadangan air tanah di Kota bandar lampung yang saat ini sudah mengalami penurunan muaka air tanahnya. melalui kerjasama para pihak yang melibatkan Tim Koordinasi Ketahanan Perubahan Iklim Kota Bandar Lamoung SDN 1 Langkapaura menjadi yang pertama dalam menerapkan Lubang Resapan Biopori dengan Melibatkan partisipasi masyarakat. Diharapkan kegiatan ini dapat mengembangkan kesadaran masyarakat dalam melakukan konservasi air bawah tanah di Kota bandar Lampung dan khususnya oleh para siswa di berbagai sekolah yang ada.
Pak Sunardi Peragakan Membuat LRB