Minggu, 10 Maret 2013

Rapat Koordinasi Tim Kota

Rapat koordinasi tim kota dilakukan setiap tiga bulan sekali.
Rapat tim kota ini membahas bagaimana perkembangan program biopori yang dilakukan oleh Tim kota, Mercycorps, dan MITRA BENTALA dan progres yang akan dilakukan kedepan.




Hal yang telah dilakukan dalam beberapa bulan terakhir oleh MITRA BENTALA terkait dengan biopori. Sosialisasi biopori di acara BPPLH. MITRA BENTALA melakuakan jumat bersih di kelurahaan langkapura bersama dengan masyarakat. Ini menjadi pembelajaran yang rutin dilakuakan diselingkan untuk pembuatan biopori. Disekolah-sekolah kita sudah melakukan pelatihan-pelatihan untuk guru dan beberapa murid terutama di karang maritim, SMPN 7, SDN 1,2 dan 3. Pembuatan biopori di SMP IT fitrah Insani mereka menjadi kegitan ekstra kulikuler untuk kelas 2 dan 3.
           Melakukan talkshow di TVRI.  Dan melakukan iklan layanan masyarakat di TVRI dengan pemkot Bandar Lampung, berharap bahwa dengan penayangaan ini publikasi untuk media masa informasi ini dapat sampai dengan baik kemasyarakat kemudian ada kunjungan pembuatan film dokumenter oleh Mercycorps.  Kemudian penerbitan etvitorial di tribun lampung. wilayah perluasan yang akan dilakukan untuk perluasan wilayah biopori setelah mendapat rekomendasi dari tim kota. Kemudian akan ada workshop kecil untuk melakuakan strategi untuk melakukan perluasan. Sebaran biopori yaitu di lingkungan I langkapura sebanyak 41 lubang resapan biopori, lingkungan II 3329, lingkungan III 7376 dan fasilitas sosial 3843. 

Rabu, 06 Maret 2013

Pembagian hadiah lomba biopori

                    Suatu ironi memang pada saatnya air banyak dari hujan namun air tidak terserap optimal oleh tanah dan saat musim hujan berlalu kelangkaan air siap melanda beberapa wilayah Indonesia. Maka dari itu dibutuhkan suatu inovasi untuk mencegah banjr dan kelangkaan air yang sering terjadi. Salah satu caranya yang terbilang cukup mudah adalah dengan membuat lubang biopori dan sumur resapan. Namun, ada masalah dasar yang mengganjal yaitu kurangnya informasi lengkap tentang biopori dan sumur resapan yang diterima masyarakat. Salah satu sasaran tepat untuk memperkenalkan biopori dan sumur resapan adalah melalui proses belajar di sekolah. Sekolah yang menjadi sasaran Mitra Bentala salah satunya adalah SDN 3 langkapura dan SMP IT FITRA INSANI. Setelah dilakukan pembuatan biopori maka untuk mendukung semangat anak-anak dalam pembuatan biopori maka digalakan lomba biopori di sekolah, setelah pembuatan biopori maka pembagian hadiah diberikan kepada anak-anak yang dapat mebuat biopori dengan baik dan dengan jumlah yang cukup banyak. 

Siswa mempraktikannya dilingkungan masing-masing maka keluarga dan yang lebih luasnya penduduk yang tinggal disekitarnya akan mengetahui juga tentang biopori. Sehingga dari satu siswa bisa menjadi penyelamat lingkungan dan sumber sosialisasi tentang biopori. Sehingga tujuan pengenalan biopori yang pada awalnya hanya untuk siswa dapat menyebar lebih luas ke masyarakat yang bukan siswa. Apabila masyarakat sudah mengetahui tentang biopori dan membuatnya dirumah masing-masing bukanlah hal yang tidak mungkin apabila suatu saat banjir dan kelangkaan air dapat teratasi.







Biopori mengembalikan siklus hidrologi


Air adalah unsur utama dalam kehidupan. Semua makhluk hidup membutuhkan air. Di Indonesia ada beberapa daerah yang mengalami kekeringan. Hal ini disebabkan siklus hidrologi terganggu sehingga air yang penting bagi kehidupan berubah menjadi  bencana kehidupan. Pada dasarnya, air adalah sahabat manusia karena bila tidak ada air manusia tidak akan dapat bertahan dan melangsungkan kehidupan sehari-hari. Semua masalah ini berawal dari kebiasaan manusia yang terkait dengan sebuah sanitasi. Manusia memiliki cara sendiri dalam melakukan sebuah pengawasan lingkungan. Usaha ini harus dibina agar tercapai hasil yang diinginkan untuk menciptakan keadaan yang baik di bidang kesehatan masyarakat dalam lingkungan hidup yang sehat. Biopori merupakan salah satu cara dalam mengembalikan siklus hidrologi air. 



Genangan air (run off water) sering terjadi pada daerah resapan atau infiltrasi rendah dengan intensitas curah hujan sangat tinggi. Area kering atau semi kering sering menjadi sasaran run off water seperti pada area jalan beraspal dan paving. Sedangkan pada daerah yang memiliki area resapan tinggi, tetapi intensitas curah hujan terus bertambah sampai menempati keadaan jenuh. Proses ini disebut dengan kelebihan arus darat sanitrasi. Daerah tersebut akan menyebabkan terjadinya run off water akibat area serapan yang ada tidak dapat menampung debit air hujan yang meningkat. Sehingga siklus hidrologi di dalam tanah menjadi terhambat. Proses ini merupakan salah satu penyebab terjadinya banjir. 

Dengan adanya biopori dapat membantu mengurangi run off water karena biopori adalah tekhnologi sederhana yang ramah lingkungan dalam membantu proses resapan pada tanah. Metode resapan air dengan cara biopori dapat mengatasi mengurangi terjadinya run off water dan  membantu memulihkan siklus hidrologi air.
Biopori merukan salah satu alternatif tekhnologi sederhana yang ramah lingkungan serta efisien. Biopori dapat dikembangkan semua kalangan masyarakat karena pembuatan biopori tidak memerlukan biaya yang tinggi serta menggunakan tekhnologi yang sederhana dan praktis. Pada saat ini biopori sangat diperlukan dalam mengatasi intensitas curah hujan yang tinggi. Biopori berupa sebuah lubang resapan yang sederhana dan mudah dalam proses pembuatannya, serta tidak memerlukan tempat yang luas. 

Tempat yang dapat dibuat / dipasang lubang biopori resapan air seperti pada alas saluran air hujan di sekitar rumah, fasilitas umum dan lahan kosong. Dengan teknologi ramah lingkungan, biopori mampu menciptakan lingkungan  hidup sehat. Biopori juga dapat diletakan pada daerah yang area resapannya sulit sehingga dapat membantu proses penyerapan air dan membantu mengembalikan siklus hidrologi air.