Selasa, 16 Oktober 2012

Kunjungan Tim ACCCRN ke lokasi Implementasi pembuatan Biopori

Foto bersama anggota ACCCRN
Para delegasi dari 10 negara yang tergabung dalam program ACCCRN meninjau peningkatan ketahan Bandar Lampung terhadap perubahan iklim dan pemanasan global. Kesepuluh negara tersebut adalah Amerika Serikat, Afrika selatan, Inggris, Australia, Banglades, India, Thailand, Vietnam, Hongkong, termasuk Indonesia. Lokasi implementasi pembuatan biopori tersebut di kelurahan langkapura. Dengan kunjungan berbagai negara ke lokasi implementasi biopori dapat membagun semangat bersama sehingga dapat memperkuat kapasitas masyarakat untuk menghadapi perubahan iklim dan pemanasan global.
Direktur Ekskutif Mitra Bentala Herza yulianto mengutarakan, mengutarakan biopori merupak teknologi serapan berupa lubang resapan yang berfungsi untuk menyerap air selain murah dan mudah serta tidak membutuhkan lahan yang luas, sehingga warga dapat membuat Lubang resapan biopori di pekarangan rumah.

Pemanasan global terjadi akibat dari peningkatan efek rumah kaca yang disebebakan oleh naiknya konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Semakin tinggi konsentrasi gas rumah kaca maka semakin banyak radiasi panas dari bumi yang terperangkap di atmosfer dan dipancarkan kembali ke bumi. Hal ini menyebabkan peningkatan suhu di permukaan bumi. Pemanasan atau pendinginan global dipengaruhi oleh faktor alam dan faktor manusia. Yang termasuk faktor alam adalah tingkat radiasi matahari dan letusan gunung. Naik turunnya radiasi matahari berpengaruh terhadap naik turunnya suhu bumi.
Sementara, letusan gunung berapi memberikan efek penuruanan suhu bumi untuk beberapa saat. Aktifitas manusia juga memberikan efek pada naik turunnya suhu bumi. Namun jika diakumulasi, maka secara keseluruhan aktifitas manusia pada peningkatan suhu bumi jauh lebih besar daripada kontribusi faktor-faktor yang lain.Salah satu upaya untuk penyelamatan bumi adalah pembutan biopori. Biopori merupakan bagian dari upaya adaptasi untuk mengatasi kekeringan ekstrem yang secara tidak langsung akan berdampak terhadap perubahan iklim global.

salah satu TIM ACCCRN membuat lubang biopori

Senin, 01 Oktober 2012

launcing program bipori




Lubang resapan biopori salah satu teknologi yang tepat guna dan ramah lingkungan untuk mengatasi masalah banjir mengingat musim hujan diperkirakan akan atang pada bulan oktober akhir 2012. MITRA BENTALA melakukan launching Lubang Resapan Biopori Jumat (28/9/2012) untuk mengurangi dampak dari kekeringan dan mengurangi dampak banjir yang akan terjadi dibeberapa daerah dataran rendah di kota bandar lampung.  Sekkot Bandar Lampung Badri Tamam mewakili Wali Kota Herman HN, diretktur eksekutif MITRA BENTALA Herza Yulianto dan Tim Kota bersama masyarakat mencoba membuat lubang biopori di Kelurahan Langkapura, Kecamatan Langkapura, Pencanangan lubang biopori di kelurahan ini ditargetkan sebanyak 20 ribu lubang resapan biopori.

Tujuan pembuatan lubang biopori sendiri untuk menjawab masalah kekeringan akibat perubahan iklim. Jadi dengan adanya lubang biopori diharapkan dapat meningkatkan cadangan air tanah.